LAWATAN Negara Presiden Indonesia, Prabowo Subianto ke Malaysia awal minggu ini secara jelas menunjukkan kedekatan hubungan antara kedua-dua negara.
Kunjungan atas undangan Yang di-Pertuan Agong, Sultan Ibrahim itu juga mengimbas semula segala kenangan Prabowo yang pernah menetap di Malaysia bersama keluarganya kira-kira 40 tahun lalu.
Selain dikurniakan darjah tertinggi oleh Sultan Ibrahim, Prabowo dalam sidang media bersama Perdana Menteri, Datuk Seri Anwar Ibrahim menyifatkan kunjungan ke Malaysia seumpama ‘pulang ke rumah sendiri’.
Prabowo juga mengimbas kembali kenangan bersekolah bersama Sultan Ibrahim di Amerika Syarikat satu ketika dulu.
Setiausaha Kabinet Indonesia, Teddy Indra Wijaya melalui satu kenyataan pasca kunjungan Prabowo, menyatakan betapa hubungan akrab antara Prabowo dan Anwar sudah berlangsung sejak sekian lama.
“Bahkan sejak masa sulit Anwar, Prabowo sering mengunjungi Anwar yang kala itu dipenjara,” katanya.
Anwar turut menilai Prabowo sebagai sahabat setia yang selalu mendampinginya, baik dalam kondisi senang dan susah.
“Pak Prabowo dan PM Anwar itu sahabat di saat senang dan sulit. Keduanya sudah lama bersahabat.
“Maksud dari pernyataan Pak Anwar adalah karena Pak Prabowo terus mengunjungi Pak Anwar saat beliau dipenjara,” kata Teddy yang turut dikenali sebagai Mayor Teddy.
Teddy menjelaskan Prabowo tetap setia mengunjungi Anwar ketika hebat difitnah dan dipenjara pada 1998.
Bahkan selepas Anwar bebas dari penjara dan kemudian kembali ditahan, Prabowo tetap menjadi sahabat setianya.
“Kedekatan mereka terus terjalin, bahkan ketika Anwar menjadi pembangkang dan mengepalai gabungan Pakatan Harapan.
“Pak Prabowo beberapa kali mengunjungi rumah Pak Anwar meskipun Anwar menjadi oposisi pemerintahan saat itu,” tambah Teddy.
Anwar ketika sidang media bersama Prabowo selepas pertemuan bilateral mereka pada Isnin lalu, juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Presiden Indonesia yang selalu setia mendampinginya selama masa-masa sulit.
“Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada sahabat dan saudara saya, Pak Prabowo Subianto, yang selalu ada dalam suka dan duka.
“Beliau antara sahabat setia yang sentiasa memerhatikan dan mengambil berat dalam ketika duka lara saya yang panjang. Beliau tidak pernah meninggalkan (saya) walaupun ketika itu beliau mempunyai kedudukan dan saya agak terlempar di pelusuk yang jauh,” kata Anwar.
Anwar menambah, meskipun hubungan rapat mereka pernah mengundang ketidakpuasan hati pihak tertentu, ia tidak menggugat kepercayaan dan kesetiaan yang menjadi asas persahabatan mereka.





